Home > Civil Engineering > Praktek Uji Bahan on The Lab

Praktek Uji Bahan on The Lab

Seminggu sudah, kujalani Mata Kuliah Praktek Uji Bahan di Lab. Cukup banyak ilmu baru yang kudapat di sana. Tidak mudah memang, melakukan pengujian terhadp suatu material dengan baik. Kita harus benar-benar teliti, sabar dan extra hati-hati dalam melakukannya.

Tiga orang Dosen yaitu Bpk. Bodja Suwanto, Bpk. Sutarno dan Bpk. Kusdiyono mendampingi kami secara bergantian. Selain itu ada 2 orang asisten dosen, yaitu Bpk. tulus dan Bpk. Giyono yang membantu menyiapkan bahan dan alat-alat untuk pengujian.

Sebelum praktek, pertama-tama kami harus mempelajari dulu dasar teori dengan baik. Kami harus mengetahui dulu tujuan untuk apa percobaan ini dilakukan. Cukup sulit memang, membayangkan cara kerja dan teknik-teknik pengujian jika dengan hanya membaca prosedur dari buku text standar. Untunglah, disana telah dibuatkan buku panduan praktek bergambar (baca: comic, red) disamping buku text yang standar.

Comic ini bisa sedikit memperjelas gambaran-gambaran kerja yang akan kami lakukan saat praktek nanti, walaupun terkadang, bahkan sering, antara comic dan buku text-nya tidak sesuai alias banyak perbedaaannya. Walhasil, kami kami harus kembali mengacu kepada buku yang standar tadi.

Secara umum, hasil yang kami dapat selama praktek satu minggu ini kurang memuaskan. Walaupun menurut kami, kami sudah bekerja dengan baik, tetapi beberapa Dosen menganggap kami bekerja kurang maksimal, bila dibandingkan dengan anak-anak kelas pagi.

Kami masih belum tahu dimana sebenarnya letak kesalahan kami. Namun, jika dilihat dari sudut pandang kami, yang salah bukanlah kami, tetapi para pengajarnya dan sistem pengajarannya. Anggapan kami yaitu :

  1. Dosen-dosen kelas sore tenaganya sudah capek, karena sudah terkuras saat mengajar anak-anak kelas pagi. Hal ini membuat dosen-dosen jarang masuk lab utnuk mendampingi kami melakukan pengujian bahan. Mereka (beliau-beliau) lebih suka duduk-duduk di ruang dosen yang ber-AC dan ber-TV untuk istirahat. Akibatnya, banyak percobaan-percobaan yang kami lakukan sendiri dan hasilnya tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kami pun mengulangi percobaan itu kembali sampai hasilnya sesuai.
  2. Jam praktek kelas sore lebih pendek daripada jam kelas pagi. Bila kelas pagi masuk jam 7 dan pulang jam 2 (7 jam), maka kelas sore masuk jam 2 dan pulang jam 8 kurang (< 6 jam). Bukankah seharusnya kami pulang jam 9? Tentu saja ini yang menyebabkan beberapa percobaan yang seharusnya dapat dilakukan dalam satu hari, bisa molor sampai 2 hari. Mengingat aktivitas di sini sangat padat.

Memang, waktu kami sangat padat. Setiap waktu, kami manfaatkan dengan baik. Bila ada waktu luang / sedang menunggu percobaan, kami habiskan dengan membaca teori dan memantapkan hasil analisa.

Tetapi, disamping kelemahan-kelemahan di atas, ada satu hal yang membuat kami lebih bangga belajar di kampus Polines ini. Praktek seperti ini sangatlah penting diberikan supaya teori yang telah diajarkan lebih mantap dan lebih dikuasai oleh para mahasiswa.

Materi-materi praktek yang ada di buku kami pun tidak kalah dengan yang ada di universitas-universitas ternama.

Apalagi bila dibandingkan dengan Universitas Sebelah (ops, maaf), yang lebih banyak mementingkan teori daripada praktek.

Bukankah Ilmu Sipil itu untuk dipraktekkan, bukan hanya sekedar teori?

Categories: Civil Engineering
  1. October 30, 2008 at 4:56 am

    emg bener ch……….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: