Home > IT Knowledege > Membangun Website Pribadi, Sulit Sulit Mudah…

Membangun Website Pribadi, Sulit Sulit Mudah…

Memiliki sebuah website pribadi pastinya akan memberi kita suatu kebanggaan. Belum banyak di kalangan para mahasiswa yang paham betul bagaimana sih sebenarnya membuat website itu. Trus kalo pun udah dibikin, mo diapain?

Pengalaman mengajari penulis banyak hal. Penulis sangat tertarik dengan dunia maya, khususnya Web Design. Menurut penulis, ini merupakan investasi besar. Pengguna internet membuka situs karena ingin mendapatkan informasi. Saking banyaknya informasi, mereka menyeleksi informasi yang lebih sedikit, tapi akurat. Tapi, sangat sulit mencari informasi yang seperti itu, meskipun dalam satu halaman situs, karena pengguna juga dihadapkan dengan waktu yang sangat terbatas. Hal ini ditambah dengan kelelahan mata pengguna melihat tampilan website yang sangat membosankan dan tidak enak untuk dibaca. Di sinilah kegunaan Web Design. Mengatur tata letak informasi secantik mungkin, supaya informasi bisa didapat secara cepat, dan mata pengguna merasa nyaman melihat tampilan website yang begitu mempesona.

Membangun Website Kok Sulit? Mungkin karena penulis yang kurang mahir dalam berinternet. Tapi penulis yakin, bagi pemula lainnya pun juga begitu. Sebenarnya banyak sekali tutorial yang membahas bagaimana membangun sebuah website secara umum. Penulis pun mencoba paham dan menghafalnya. Tapi ketika dihadapkan dengan praktek, banyak sekali hal-hal non-teknis yang tidak terduga. Sehingga walaupun dalam tutorial sepertinya bisa dilakukan kurang dari satu hari saja, ternyata dalam kenyataanya membutuhkan waktu berhari-hari.

Masalah I : Biaya Beli Hosting n Domain
Membuat website seakan-akan kita membuat rumah di internet. Kita harus membeli (biasanya menyewa) tanah untuk rumah yang akan kita bangun. Tidak hanya itu, kita juga harus memiliki alamat rumah, sehingga mudah untuk dicari orang. Harga pasaran minimal penyewaan hosting (tempat website) + domain (alamat website) berkisar antara 150 – 200 ribuan per tahun. Lumayan mahal kan!? Emang sih, ada jasa layanan website gratis. Tapi, yang namanya gratis biasanya ada maunya. Misalkan kita disuruh untuk memasang banyak iklan di website. Terkadang pula ada yang servernya lambat, sehingga akses ke website juga lama. Belum lagi keamanan data website yang kurang terjamin, walhasil bisa-bisa website kita hangus dengan sendirinya.

Masalah II : Menentukan Jenis CMS (Portal Website) atau Blog
Jaman sekarang, banyak sekali orang “awam” bisa membuat website. Ini tidak lain dan tidak bukan karena adanya teknologi CMS (Content Management System). Bisa dikatakan bahwa kita tidak perlu bersusah payah mempelajari kode dasar HTML untuk membuat Website. Karena untuk mempelajari CMS ini ialah semudah kita menggunakan Micorosft Word. Tinggal tulis artikel, atur tebal tipisnya, jenis-warna hurufnya dan lain-lain, jadi deh..!!!

Tapi, hingga sekarang ini, sudah banyak jenis/merk CMS yang beredar di internet, yang mana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Sekarang ini, mungkin menurut penulis, CMS Joomla-lah yang terbaik. Karena didukung dengan banyaknya plug-in yang menjadikan website lebih bervariasi dan ber-accessories. Apalagi sudah bejibun pula situs-situs yang mendedikasikan dirinya untuk berbagi ilmu tentang Joomla.

Seiring dengan berlalunya waktu, penulis merasakan kalo yang penulis inginkan ialah CMS yang kemudahannya hampir seperti buku diari. Karena penulis gemar sekali mencurahkan unek-uneknya di komputer. Dan ternyata penulis menemukan CMS WordPress. CMS ini ialah CMS berjenis Blog. Penulis rasakan CMS ini benar-benar fleksibel dan tampilannya sangat menarik. Orientasi CMS ini yaitu tadi, sebagai Buku Diary Online. Penulis merasakan sendiri membaca artikel di WordPress sedikit lebih nyaman dibanding membaca atikel di Joomla. Kemudahan pengaturan dan beberapa plug-in menarik juga mendukung penulis lebih menyukai CMS ini. Namun ada tapi-nya, penulis merasakan CMS Wordpres tidak cocok untuk Website resmi organisasi, perusahaan atau website bisnis. Sangat jarang plug-in2 WordPress yang mendukung untuk hal-hal tertentu. Justru Joomla-lah yang memiliki itu semua. Untuk itulah penulis putuskan memilih kedua CMS Joomla dan WordPress. Karena selain gemar menulis…, penulis juga ingin mengembangkan bisnis di internet. [Wauw…]

Masalah III : Biaya Warnet
Inilah yang bikin kantong penulis sering tekor!! Maklumlah, penulis belum mapan untuk berlangganan internet di kost. Apalagi, kebijakan kampus yang belum merealisasikan internet gratis atau hotspot. Padahal kebutuhan penulis sudah sangat menginginkan dunia serba digital. Dari mulai beli barang ini-itu, transfer duit, sampai keinginan penulis mengembangkan bisnis online. Itu kan butuh modal juga, yang salah satunya ialah akses internet tanpa batas. Penulis sering riwa-riwi dari kost ke warnet. Walaupun nggak setiap hari ngenet, tapi setiap kali pakai, penulis harus main minimal 3 jam. Itu pun penulis lakukan saat waktu lewat tengah malam, sekitar jam 00.00. Tau nggak, kenapa? Soalnya, biaya warnet pada jam-jam biasa (09.00 – 21.00) lumayan mahal, sekitar 3000-4000 rupiah per jam. Tapi kalo main pada jam-jam tengah malam sampe subuh, biaya warnet akan berkurang hingga 2000 rupiah per jam dengan syarat : minimal penggunaan 3 jam.

Emangnya apa aja sih yang penulis cari? Nggak tanggung-tanggung! Biasanya penulis mencari inspirasi ato sumber-sumber keilmuan lewat situs-situs yang terkait. Saking ingin tau lebih banyak tentang situs itu, penulis download semua situs dengan program Offline Explorer. Jadi, nanti di kost, tinggal buka sepuasnya.. kan nggak mubadzir jadinya…?! Disamping itu, penulis gemar sekali download program-program untuk accessories komputer. Biasanya besar filenya rata-rata 50 MB. Dan itu bisa didownload dalam waktu 1-2 jam. Maklumlah, akses internet di warnet nggak terlalu cepet-cepet amat.
Tapi mulai sekarang, setelah merampungkan pembuatan website, penulis sudah nggak usah repot-repot lagi ngenet terlalu lama. Setelah Website dibangun, kita tinggal memeliharanya aja. Ya, mungkin sesekali penulis merasa perlu melakukan pembenahan total terhadap design, fitur-fitur, dan segala macemnya supaya websitenya bisa tetap eksist, banyak pengunjungnya n nggak ketinggalan jaman.

Masalah-masalah di atas merupakan kondisi realistis penulis dalam berjuang membangun website. Mungkin banyak pembaca yang memiliki lebih banyak masalah dibanding penulis. Bahkan banyak juga teman-teman di sana yang sangat mudah membangun website tanpa hambatan. Tapi itu jangan membuat kita pesimis, manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sekali lagi, jika kita bisa merubah paradigma hidup kita, yaitu berusaha menikmati proses, bukan mendamba-dambakan hasil, maka hidup kita akan lebih bahagia. Nikmatilah proses dengan rasa optimis dan rasa syukur dengan segala apapun yang telah Tuhan berikan kepada kita selama ini.

Semarang, 14/06/2008 10:45 am

Categories: IT Knowledege
  1. July 9, 2008 at 3:16 pm

    bagus-bagus saya setuju Ting! I like your F

  2. August 3, 2008 at 4:14 pm

    Seep krimpong, saya juga setuju !!!!
    tambah lagi artikel tentang web !!!

  3. nickafdhal
    August 7, 2008 at 6:12 pm

    tapi masalahnya bikin web itu makan waktu, fidz
    visit:http://www.fadhlyoke.wordpress.com

  4. August 10, 2008 at 8:43 am

    Yup. Bisa jadi makan waktu, kalo orangnya sering sibuk di luar (banyak kegiatan fisik).
    Bikin web bisa juga ngisi waktu, kalo orangnya lagi nganggur ato daripada tiduran.
    Bisa juga bikin web itu sebagai sumber penghasilan. Kalo orangnya emang serius menekuni bisnis online.
    Semua pendapat intine relatif, tergantung dari sisi mana orang melihat. ^_^

  5. October 9, 2008 at 5:20 am

    sepakat fiz.

    bikin website tu memang sulit, tapi lebih sulit ngrawat n ngembanginnya, apalagi lg klo tu website sepi pengunjung. sakit ati…!!! hhehhe🙂 (pengalaman pribadi)

    mampir mring blog-ku ya………

  6. November 26, 2008 at 10:50 am

    Wah, emang betul low ngerawat n ngembangin lbh slit drpda ngebuatNa,. ContohNa site gw qheqe,. Klo mslah koneksi, pke modem HaPe az mas, truz disable image, kan murah tuh, dripda bulak blik ke warnet udh mkan bnsin/ angkot, utk keadaan darurat pke modem HaPe halal2 az kan,.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: