Home > Civil Engineering > Dasar Teori Bangunan : Rumah

Dasar Teori Bangunan : Rumah

Berikut adalah sedikit pengetahuan buat para “Civilers muda”. Menurutku, ilmu ini seharusnya sudah diberikan kepada para mahasiswa pada mata kuliah semester pertama, tapi ternyata tidak. Beruntunglah bagi teman-teman yang kuliah di Universitas ternama, yang kemungkinan besar sudah mengetahuinya. Tapi jikalau tidak pun, tidak masalah.

Materi ini TIDAK saya dapatkan dari dosen maupun buku di perpustakaan, tetapi dari buku yang berjudul “Panduan Lengkap Membangun Rumah”, yang saya beli dengan uang saku sendiri dengan harga yang cukup lumayan, 70-ribu rupiah. Yah, iseng-iseng sih, soalnya liburan satu bulan di rumah sangat membosankan, kalau hanya dihabiskan dengan tidur-tiduran. Semoga saja pihak penerbit tidak menuntut saya lantaran yang saya lakukan ini bisa dikategorikan dalam masalah pembajakan. ^_^


Ok, kita mulai dari bagian-bagian inti dari rumah. Rumah terdiri dari :
Pondasi
Beton bertulang (Sloof, Kolom, Ring Balok, Balok dan Plat Beton)
Dinding, dan
Atap

Sebagai tambahan (tapi penting), dalam pembuatan rumah ada yang namanya pekerjaan plafon, kusen dan lantai. Selain itu, rumah juga harus dilengkapi dengan instalasi listrik, sanitair dan instalasi air. Mari kita bahas satu per satu.

Pondasi
Pondasi adalah landasan dasar suatu rumah atau bangunan lainnya. Kekuatan suatu rumah salah satunya ditentukan oleh pondasi. Dengan pondasi, kestabilan suatu bangunan terhadap beban dan gaya-gaya (baik luar maupun dalam, baik vertikal maupun horizontal) dapat terjamin.
Secara umum, terdapat dua macam pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dangkal digunakan bila bangunan yang berada di atasnya tidak terlalu besar. Rumah sederhana misalnya. Pondasi ini juga bisa dipakai untuk bangunan umum lainnya yang berada di atas tanah yang keras. Yang termasuk dalam pondasi dangkal ialah pondasi batu kali setempat, pondasi lajur batu kali, pondasi tapak/pelat setempat (beton), pondasi lajur beton, pondasi strouspile dan pondasi tiang pancang kayu.


Sedangkan pondasi dalam ialah pondasi yang dipakai pada bangunan di atas tanah yang lembek. Pondasi ini juga dipakai pada bangunan dengan bentangan yang cukup lebar (jarak antarkolom 6m) dan bangunan bertingkat. Yang termasuk didalamnya antara lain pondasi tiang pancang (beton, besi, pipa baja), pondasi sumuran, pondasi borpile dan lain-lain.

Beton Bertulang
Beton Bertulang adalah satuan lingkup pekerjaan. Yang termasuk dalam pekerjaan ini yaitu sloof, kolom, ring balok, balok dan plat beton. Sloof adalah beton bertulang yang diletakkan secara horizontal di atas pondasi. Gunanya ialah untuk meratakan beban yang diterima kolom menuju pondasi. Sehingga setiap beban yang diterima suatu kolom, akan tersebar merata pada seluruh pondasi. Selain itu, sloof berfungsi sebagai pengikat antara dinding pondasi dengan kolom.
Lalu, apa yang dimaksud dengan kolom itu? Kolom beton (tiang beton) adalah beton bertulang yang diletakkan dengan posisi vertikal. Kolom berfungsi sebagai pengikat pasangan dindng bata dan penerus beban dari atas menuju sloof yang kemudian diterima oleh pondasi.
Kemudian ring balok. Ini merupakan beton bertulang yang terletak di atas pasangan bata. Berfungsi sebagai tumpuan konstruksi atap dan pengikat pasangan bata bagian atas agar pasangan bata tidak runtuh.
Selanjutnya yaitu balok. Balok merupakan bagian struktur yang digunakan sebagai dudukan lantai dan pengikat kolom lantai atas. Fungsinya adalah sebagai rangka penguat horizontal bangunan yang akan beban-beban.
Sedangkan yang terakhir yaitu Plat beton, yang fungsinya sebagai lantai pada bangunan bertingkat.

Dinding
Dahulu dinding berfungsi sebagai struktur penahan beban atas menuju pondasi. Tetapi sekarang fungsi itu tidak kita terapkan lagi. Sekarang dinding hanyalah sebagai penutup dan pelindung dari cuaca luar. Gampangan-nya, suatu rumah tidak akan roboh jika tidak ada dindingnya. Walaupun demikian, dinding penting sebagai :
Pemisah antar-ruang
Penahan cahaya, angin, hujan, banjir dan lain sebagainya
Pemberi nilai fungsi artistik

Atap
Pekerjaan atap terdiri dari tiga bagian, yaitu kuda-kuda, rangka atap dan penutup atap (genteng). Kuda-kuda merupakan susunan rangka batang yang berfungsi sebagai pendukung beban atap. Kuda-kuda terdiri dari :
Reng (5/3)
Gording (8/12)
Kaso/Usuk (5/7)
Nok/Bubungan (8/12)

Sepertinya mudah memahami materi di atas. Memang saya berusaha membuatnya lebih mudah dipahami dan enak dibaca (walaupun ada yang masih belum paham dengan apa yang saya berikan tadi). Tapi yang perlu saya pesankan kepada para pembaca, bahwa dalam membangun rumah tidak semudah yang kalian pahami di atas. Di dalam setiap pembuatan bagian-bagian rumah, terdapat hitungan-hitungan yang harus dilakukan dengan teliti. Dan juga membutuhkan “insting” seorang Engineer, supaya bisa memutuskan masalah yang diluar perencanaan tapi pasti akan terjadi.

Saya rasa cukup sekian. Mohon maaf tidak semua bagian dapat saya jelaskan. Saya hanya menjelaskan bagian-bagian intinya saja. Untuk lebih lengkapnya, silahkan cari sendiri di buku-buku yang relevan. Silahkan bertanya bila masih ada yang bingung dan silahkan berkomentar bila tulisan saya di atas masih banyak kesalahan.

Terima Kasih dan Salam.

Tegal, 24 Agustus 2008 4:08 am.

About these ads
Categories: Civil Engineering
  1. fery
    November 12, 2008 at 5:33 am

    ecchhhhhh asikkk ne,,,,,gw ckrg lg dapat tugas kayak gini,,,gw hrap isinya lbh bnyak n lengkap lg yaa….thank’s a lot,,,

  2. November 16, 2008 at 3:29 pm

    Semoga saya selalu bisa membantu…

  3. ozan
    December 13, 2008 at 2:10 pm

    boleh ne….
    kbetulan, dosen lg getol2ny ngasih tgs kayak gni…
    thx y….
    lam kenal…

  4. February 2, 2009 at 3:05 am

    mo tanya, cara bikin kuda2 kayu termurah desain nya gimana nih? saya rencana bikin gudang tinggi 2meter panjang 5 meter, lebar 2,5 meter…
    Terimakasih

  5. icha
    February 24, 2009 at 11:32 am

    aduh…
    quw butuh detail kuda-kuda nieh…
    bisa bantu ga???
    thank

  6. March 12, 2009 at 8:15 am

    saya butuh bahan ajar rekayasa pondasi 1 nich… bisa bantu nggak!

  7. March 12, 2009 at 8:17 am

    Bagi teman yang bisa bantu se propesi teknik bangunan aku tunggu sarannya oek…
    maklum deh aku jauh di pelosok daerah NAD.

  8. budhy
    April 2, 2009 at 11:07 am

    oh ya untuk rumah tiga lantai kedalaman pondasi tapaknya berapa y minimalnya

  9. Jahratus Safara
    May 5, 2009 at 10:44 am

    alhamdulillah,,,bagus,,
    tapi perlu banyak gambar neh,,,
    ditampilin lg ya?
    ^_^

  10. ariest
    June 9, 2009 at 4:06 am

    … keurendt bngeut …
    sya lgie blajar teknik gambar bangunan …
    moga” bisa bantu …
    ^_^

    ym: abelta_mozaic

  11. September 3, 2009 at 11:40 am

    oooo gtu……

  12. fren
    November 9, 2009 at 5:45 am

    aq butuh gambar pondasi yang
    salah ada gak….. tuk tgs kuliah….

  13. syaukani
    November 9, 2009 at 5:50 am

    aq bth data data sondier tuk tugas kuliah ada gak, yang kedalama 8 meter,,, tlng dibalas ya……

  14. ardi
    December 1, 2009 at 3:24 pm

    thankz y,.. kbtulan mo UTS ni,.. ksi pnjlsan ttng ptongan jg donk,..

  15. Janu
    January 6, 2010 at 10:52 am

    minta tolong penjelasan kuda2 kayu dong…

  16. February 13, 2010 at 3:47 pm

    minta tolong penjelasan klasifikasi kayu, sambungan dan alat-alat penyambungnya dong….???

  17. hudi eriawan
    June 17, 2010 at 4:41 am

    Gedung bertingkat ( 3 lantai ) dengan sloof ukuran 25/40 cm, apakah perlu pondasi batu kali jika diatasnya pas. tembok. oh iya struktur pondasi sudah pakai pondasi telapak.

  18. nana
    April 3, 2011 at 2:09 pm

    Allow, mau tanya banyak nih, saya mau bangun rumah Insya Allah di atas tanah eh lokasi berair? rencananya hanya 1 lantai; 1.pondasi jenis apa untuk tanah berair/gambut? 2. apa bedanya rangka atap baja ringan sama rangka atap kayu ulin? 3. rangka atap mana yg lebih baik? 4. bagaimana dengan rangka bangunan yg hanya menggunakan kayu ulin bukan struktur besi bertulang, apakah bangunan akan kuat? 5. apakah ada beda kekuatan batako; bata merah ; dan bata ringan? babel?
    utk jawabannya tks berat

    nana

  19. jamil
    August 25, 2011 at 7:14 pm

    membutuhkan gambar yang lbih kreatif…

  20. silvy
    September 6, 2013 at 10:23 pm

    Terima kasih sudah menuliskan tulisan ini. Tulisan ini saya gunakan untuk mengajar siswa-siswa saya. Semoga diberikan berkah untuk ilmu yang sudah anda bagikan. :)

  21. March 16, 2014 at 7:35 pm

    Bahasanya mudah dimengerti. thanks :D

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: